Sabtu, 29 Desember 2012

laporan ekolum ekosistem daratan dan perairan



Laporan Praktikum Ekologi Umum
(22 November 2012)

Ekosistem Daratan dan Perairan
Gustri Rahayu,A1C410007
Program Studi Pendidikan Biologi,FKIP
Universitas Jambi,2012

Abstrak
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.Ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan.Komponen yang terdapat dalam ekosistem terdiri dari komponen biotik dan abiotik.Untuk itu perlu dilakukan pengamatan terhadap komponen abiotik dan biotik yang terdapat dalam suatu ekosistem.Praktikum Ekosistem dilaksanakan pada hari kamis,08 november 2012 pukul 14.00 wib di area hutan dan kolam Unja dengan cara mencatat setiap komponen hidup Dan tak hidup yang ditemukan.praktikum ini bertujuan untuk untuk mengenal komponen yang terdapat didalam ekosistem darat dan perairan dan kedudukannya dalam ekosistem tersebut.

Keyword : Ekosistem,komponen Abiotik,Biotik.


I.Pendahuluan
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah:Komponen hidup (biotik)Komponen tak hidup (abiotitik)Kedua komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur(Jamin,1999:54).
Berdasarkan atas habitatnya, ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat (terestrial) dan ekosistem perairan (akuatik).ekosistem perairan dibedakan menjadi perairan tawar dan perairan asin.ekosistem daratan contohnya hutan,padang rumput, bioma gurun,Hutan hujan tropis, Hutan gugur, Taiga,dan bioma Tundra,semak belukar,ekosistem tegalan Dan sebagainya.ekosistem perairan tawar contohnya ekosistem kolam,danau,sungai.perairan asin contohnya lautan.Komponen-komponen suatu ekosistem perairan dapat dikenal berdasarkan cara hidupnya yaitu bentos, perifiton, plankton, nekton dan neston (Arikunto,2002:37).
Berdasarkan proses terjadinya,ekosistem dibedakan atas dua macam (Jamin,1999:54):
1.Ekosistem Alami, yaitu ekosistem yang terjadi secara alami tanpa campur   tangan manusia. Contoh : padang rumput, gurun,laut
2.Ekosistem Buatan, yaitu ekosistem yang terjadi karena buatan manusia.
   Contoh : kolam, sawah, waduk, kebun
Dilihat dari susunan dan fungsinya, suatu ekosistem menurut Michael(1990:98) tersusun atas komponen sebagai berikut.
a.  Komponen autotrof (Auto = sendiri dan trophikos = menyediakan makan).
Autotrof adalah organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia. Komponen autotrof berfungsi sebagai produsen, contohnya tumbuh-tumbuhan hijau.
b. Komponen heterotrof (Heteros = berbeda, trophikos = makanan).
   Heterotrof merupakan organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai makanannya dan bahan tersebut disediakan oleh organisme lain. Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.
c. Bahan tak hidup (abiotik) Bahan tak hidup yaitu komponen fisik dan kimia yang  terdiri dari tanah, air, udara, sinar matahari Suhu
d. Bahan tak hidup merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup.
e.  Pengurai (dekomposer) Pengurai adalah organisme heterotrof yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan organik kompleks). Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Termasuk pengurai ini adalah bakteri dan jamur.
Menurut Anonim(2009:1),.Pada suatu ekosistem perairan, ekosistem ini terdiri dari ikan, tumbuhan air, plankton yang terapung di air sebagai komponen biotik, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut dalam air.Satuan makhluk hidup dalam ekosistem dapat berupa individu, populasi, atau komunitas. Individu adalah makhluk tunggal. Contohnya: seekor kelinci,seekor serigala, atau individu yang lainnya.Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak mencolok, penetrasi cahaya kurang dan dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar adalah biasanya bersel satu dan dinding selnya kuat.
Ekosistem kolam ditandai oleh adanya bagian perairan yang tidak dalam sehingga (kedalamannya tidak lebih dari 4-5 meter) yang memungkinkan tumbuh-tumbuhan berakar dapat tumbuh di semua bagian perairan.Tidak ada batasan tegas yang dapat dibuat antara danau dan kolam. Ada perbedaan kepentingan secara ekologis, selain dari ukuran secara keseluruhan. Dalam danau zona limneti dan profundal relatif besar ukurannya dibandingkan dengan zona litoral. Bila sifat-sifatnya kebalikannya biasanya disebut kolam. Jadi zona limnetik adalah daerah produsen utama untuk danau secara keseluruhan(Andiwijoyo,2000:125).
Walaupun variasi suhu dalam air tidak sebesar di udara, hal ini merupakan faktor pembatas utama karena organisme akuatik sering kali mempunyai toleransi yang sempit.Temperatur air di suatu ekosistem danau dipengaruhi terutama oleh intensitas cahaya matahari tahunan, letak geografis serta ketinggian danau di atas permukaan.
Menurut Ramli (1989) Dalam ekosistem kita juga mengenal interaksi antar species di dalam ekosistem tersebut.Interaksi antar species ini akan mempengaruhi sifat-sifat dari masing-masing populasi yang berinteraksi.Pengaruh-pengaruh yang mungkin terdapat dalam saling interaksi itu adalah:
1.Netralisme:Dalam interaksi ini kedua populasi tidak saling berpengaruh dengan adanya interaksi itu.
2.Kompetisi:Persaingan ini saling berpengaruh dengan adanya interaksi itu. Yaitu dengan pesaingan dalam memperoleh makanan untuk kehidupan.Dikarnakan sumber makanan yang sama untuk beberapa jenis species atau beberapa individu.
3.Protokoperasi:Interaksi dengan pengaruh positip bagi kedua belah pihak tetapi tidak merupakan syarat bagi sebuah pertumbuhan dan kelangsungan hidup bagi salah satu populasi yang berinteraksi.
4.Mutualisme: Interaksi dengan pengaruh positip bagi kedua belah pihak tetapi merupakan syarat bagi sebuah pertumbuhan dan kelangsungan hidup bagi salah satu populasi yang berinteraksi.
5.Komensalisme:Bila hanya satu populasi saja yang memperoleh nilai positip. Sedangkan populasi yang lain tidak berpengaruh apa-apa.
6.Amensalisme:Salah satu populasi bersifat amensal mendapat hambatan sedang populasi yang lain tidak dapat pengaruh apa-apa dari interaksi itu.
7.Predasi:Salah satu proses memangsa populasi lainnya.Organisme yang memakan dan membunuh organisme lain untuk makanannya.
8.Parasitisme:Hubungan ini menguntungkan satu populasi namun merugikan bagi populasi lainnya .

II.Bahan Dan Metode
Praktikum Ekosistem dilaksanakan pada hari kamis,08 november 2012 pukul 14.00 wib di area hutan dan kolam Unja.Alat Dan bahan yang digunakan adalah jaring ikan,jaring serangga,plastik,kamera,termometer,pengukur PH, Dan buku tulis
Praktikum ini diawali dengan menentukan ekosistem daratan dan perairan yang akan diamati lalu melakukan inventarisasi mengenai komponen ekosistem biotik dan abiotik yang terdapat didalamnya.selanjutnya praktikan menentukan bedasarkan kelengkapan komponen ekosistem peranan dari individu-individu yang teramati dalam ekosistem tersebut. Sebelum melakukan percobaan ekosistem darat terlebih dahulu ditentukan dulu ekosistem darat yang akan diamati, dilakukan inventarisasi mengenai komponen biotik dan abiotik yang terdapat didalamnya, ditentukan berdasarkan kelengkapan komponen ekosistem peranan dari individu-individu yang teramati dalam ekosistem tersebut, dibuat diagram yang menghubungkan komponen-komponen dalam ekosistem tersebut serta daur energi yang ada di dalamnya.
Pada percobaan ekosistem perairan dilakukan beberapa prosedur, di antaranya :
a.    Pengukuran turdibitas
    Diamati keadaan warna pada air tersebut, keruh atau jernih
b.   Pengukuran temperatur air
    Dilakukan dengan cara mencelupkan termometer kedalam air selama satu menit (pengukuran pada tiga bagian yaitu bagian permukaan, tengah dan dasar perairan), besarnya temperatur dapat dibaca pada bagian yang berskala dari termometer.
c.    Pengukuran derajad keasaman (pH)
  Dicelupkan pH stick kedalam air, kemudian diangkat dan lihatlah perubahan
warna kertas tersebut (kertas pH), lalu cocokkan dengan standar pH stick.

III.Hasil Dan Pembahasan
Dari pengamatan Dan koleksi yang dilakukan,didapatkan hasil beberapa
komponen yang ada di ekosistem daratan Dan perairan,sebagai berikut.:

EKOSISTEM DARATAN

Nomor

Komponen Abiotik

Komponen Biotik

1
Tanah
Belalang hijau
2
Batu
Capung
3
Kayu mati
Kupu-kupu
4
Serasah
Ngengat
5.
Cahaya matahari
Semut hitam


Ikan nila


Belalang coklat


Lumut kerak


Pohon Sengon


Pohon akasia


Beringin hutan


Paku resam


Paku B


Alang-alang


Senduduk


Pohon pulai


Tumbuhan B

EKOSISTEM PERAIRAN

Nomor

Komponen Abiotik

Komponen Biotik

1
Air : kuning keruh
Ikan gapi-gapi
2
PH 5(asam)
Udang
3
Suhu 31,5 C
Keong mas

Berdasarkan hasil yang diperoleh, Pada ekosistem daratan yang diamati di hutan unja banyak sekali terdapat komponen biotik dan abiotik Dan dapat kita ketahui bahwa ekosistem ini membentuk rantai makanan.Dalam ekosistem yang diamati terdapat dua jenis komponen dalam ekosistem yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen pembentuk dari ekosistem darat berupa ekosistem lengkap, dimana antara komponen abiotik dan biotiknya saling berhubungan. Sistem energinya berupa ekosistem terbuka, artinya terjadi interaksi langsung dengan bagian ekosistem lainnya di alam. Yang dalam hal ini sangat berhubungan erat.Organisme produsen yaitu organisme yang dapat memasak makannya sendiri, yang dapat mengolah energi dari komponen abiotik menjadi bahan makanan. Organisme konsumen yaitu organisme yang memperoleh energi dari mahluk hidup lainnya dalam hal ini dapat pula di sebutkan bahwa organisme ini tidak dapat memasak mekananya sendiri.  Organisme perombak yaitu berupa organisme yang dapat menguraikan jasad dari organisme lain. Di dalam lingkungan ekosistem hubungan antara biotic dan abiotik sangat penting dalam berjalannya hidupnya organism pada ekosistemyang ada pada ekosistem.Misalnya pada ekosistem hutan, pohon- pohonan atau tanaman yang tumbuh pada tanah dan membutuhkan udara dan air untuk respirasi.
Untuk ekosistem daratan dengan komponen biotiknya adalah tanaman yang ada di hutan tempat kami mengamati berbagai ekosistem yang ada di hutan.  Ekosistem hutan yang kami amati banyak berbagai jenis tumbuhan yang tergolong menjadi berbagai jenis yaitu ekosistem semak belukar, hutan dan eksistem telagan serta ekosistem  rumputan. Ekosistem yang dapat di temukan pada pengamatan yang kami lakukan yaitu untuk komponen biotic untuk ekosistem daratan yaitu tanaman rerumputan, semak belukar,pohon dan jamur. Jamur disini berperan sebagai itu parasit yang tumbuh di pohon yang mati. Tanaman yang di tumbuhi oleh jamur perlahan – lahan akan mati, Karen jamur sendiri merupakan racun bagi makluk hidup, jamur ang di temukan tersebut adalah jamur yang mempunyai ciri – ciri yaitu lebar, berbentuk piring dan menempel satu sama yang lainnya.
Menurut Jamin(1999:86)Di ekosistem hutan juga berperan komponen abiotik seperti cahaya matahari atau intensitas cahaya, yang di mana berfungsi untuk membantu pertumbuhan hidup tanaman yang ada di hutan serta membantu proses fotosintesis, yang dapat mengahsilkan oksigen dan sebagai sumber kehidupan makhluk hidup. Intensistas cahaya sendiri merupakan banyaknya cahaya yang dibutuhkan untuk proses terbentuknya ekosistem.Didalam hutan apabila tidak terdapat sinar matahari maka untuk menentukan keberadaan kita sangat sulit.
Air merupakan salah satu dari komponen abiotik, air sangat diperlukan setiap makhluk hidup sebagai salah satu komponen untuk bertahan hidup. Tanpa air dipastikan semua makhlu hidup akan mati, begitu juga dengan peran air bagi tumbuhan misalnya tumbuhan memrlukan air untuk fotosintesis. Ekosistem perairan merupakan salah satu tempat hidup dari makhluk hidup seperti plankton, ikan dan makhluk hidup lainnya. Perairan baik laut, rawa, kolam dan lain-lain merupakan tempat evaporasi atau penguapan air yang menjadi salah satu bagian dari proses hidrologi(Andiwijoyo.2000:126).
Dalam ekosistem perairan di kolam unja,terdapat komponen biotik berupa ikan,keong mas, dan udang.sedangkan komponen abiotik berupa air yang berwarna keruh tidak mengalir,Ph,dan temperatur.kolam unja termasuk dalam ekosistem perairan lentik.Ekosistem air tawar menurut (Anonim,2009:1)pada umumnya dibedakan menjadi 2 yaitu:
a) Ekosistem perairan Lentik adalah ekosistem yang mempunyai air yang tidak mengalir, seperti danau universitas brawijaya dan kolam besar.
b) Ekosistem perairan Lotik adalah ekosistem air tawar yang mengalir misalnya sungai.
Suhu air kolam unja setelah di ukur dengan termometer raksa menunjukkan 31,5 derajat C. Menurut Hukum Van’t Hoffs bahwa kenaikan temperatur sebesar 10oC (hanya pada kisaran temperatur yang masih ditolerir) dapat meningkatkan aktivitas fisiologis (misalnya respirasi) dari organisme sebesar 2-3 kali lipat. Pola temperatur ekosistem perairan juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti intensitas cahaya matahari, pertukaran panas antara air dengan udara sekelilingnya dan juga oleh faktor kanopi (penutupan oleh vegetasi) dari pepohonan yang tumbuh di tepi badan perairan.Kerapatan air tertinggi terjadi pada suhu 4 oC, di atas dan di bawah suhu tersebut air akan berkembang dan menjadi lebih ringan. Sifat unik ini menyebabkan air danau tidak membeku seluruhnya pada musim dingin(Arikunto,2002).
Ekosistem tidak akan tetap selamanya, tetapi selalu mengalami perubahan. Antara faktor biotik dan abiotik selalu mengadakan interaksi, hal inilah yang merupakan salah satu penyebab perubahan. Perubahan suatu ekosistem dapat disebabkan oleh proses alamiah atau karena campur tangan manusia






III.Kesimpulan

Ekosistem berdasarkan habitatnya dibedakan menjadi ekosistem daratan Dan ekosistem perairan.Komponen yang tedapat dalam ekosistem ada dua macam yaitu:
• Faktor Biotik, yaitu berupa semua jenis mahluk hidup yang berada dalam ekosistem
(produsen : tumbuhan,konsumen : hewan ,dekomposer).
• Faktor abiotik, yaitu semua jenis factor pendukung yang bersifat non hayati yang
ikut serta dalam proses pembentukan suatu ekosistem  (tanah,air,suhu,cahaya,PH,angin) .

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar